Slider

Theme images by kelvinjay. Powered by Blogger.

Featured Post


DAERAH

3/Daerah/feat-list

PEMUDA

2/Pemuda/grid-big

Tags

PILKADA

3/Pilkada/grid-small

BERITA POPULER

DEADLINE JAMBI

Recent Tube

Business

Technology

Life & style

Games

Sports

Fashion

» » » Dinilai Berhasil di Bidang Ini, Dinkes Sarolangun Toreh Prestasi Tingkat Provinsi

Sarolangun – Dinas Kesehatan Kabupaten Sarolangun mendapatkan penghargaan dari Dinas Kesehatan Provinsi Jambi. Penghargaan tersebut atas prestasinya sebagai Kabupaten/Kota dengan cakupan pengobatan semua kasus Tuberculosis (TB) yang diobati (case detection rate /CDR) terbaik di Provinsi Jambi Tahun 2019.
Piagam penghargaan tersebut ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi Dr Samsiran Halim.
Kadis Kesehatan Kabupaten Sarolangun Bambang Hermanto, Rabu (13/11/2019), mengatakan bahwa prestasi tersebut didapatkan melalui penilaian dengan kriterianya adalah Kabupaten yang melaksanakan pengobatan semua penderita TB paru sesuai standard.
Kabupaten Sarolangun menjadi yang terbaik se-provinsi Jambi bersama dua Kabupaten lainnya yakni Kabupaten Merangin dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
“Terima kasih kami sampaikan kepada seluruh staf dinas kesehatan dan bapak ibu kepala puskesmas beserta staf yang telah berperan aktif hingga tercapai apa yang kita harapkan. Kedepannya mari kita terus berbenah bagaimana program penanggulangan penyakit di sarolanyun akan lebih baik lagi,” katanya.
“Untuk obat kita sudah droping ke semua Puskesmas dengan tujuan agar tidak terjadi keterlambatan pengobatan kepada penderita yang dinyatakan menderita penyakit TB BTA +. Kita juga telah mengadakan MoU dengan RSUD dalam pelaksanaan program ini,” kata dia menambahkan.
Selain itu, dalam program penanganan penyakit TB ini pihaknya akan melakukan strategi dengan melaksanakan kegiatan sweeping secara rutin dan terus menerus, kemudian juga melakukan pemberdayaan kader pos TB desa yang sudah dilatih sebanyak 120 desa sebagai perpanjangan tangan dari petugas kesehatan di desa untuk pencarian dan pendeteksian dini para penderita TB paru.
Para kader pos TB ini sudah dilakukan pelatihan sejak tahun 2014 di Kabupaten Sarolangun termasuk pelatihan para kader pos TB yang dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan
“Penyakit TB ini merupakan penyakit yang menular dari percikan dahak yang terkena serangan TB dan menjadi salah satu permasalahan secara nasional. Penyakit Tuberkulosis ini dikenal dengan penyakit paru-paru akibat kuman mycobacterium tuberculosi, dimana penderita akan mengalami gejala berupa batuk yang berlangsung lama, biasanya mengeluarkan dahak dan terkadang mengeluarkan darah,” katanya.
Dia menegaskan, bukan persoalan prestasi yang dicari namun tugas memberikan pelayanan bagi masyarakat adalah sebuah kewajiban yang harus dilakukan.
Oleh sebab itu dia berharap agar para kader TB yang sudah ada bisa bekerja maksimal, sehingga setiap keluhan masyarakat bisa terjawab maksimal.
“Apalagi arahan dan target dari pusat pas tahun 2030 nanti Indonesia bisa bebas dari penyakit tuberculosis ini, ditambah lagi persolaan pelayanan kesehatan jadi fokus pak bupati, dia tidak mau ada keluhan soal pelayanan,” katanya. (Nil)

«
Next
Newer Post
»
Previous
This is the last post.

No comments:

Leave a Reply